Ngopi Surup Bersama AAP Wali Kota Pekalongan Terpilih

Berlatarbelakang pengusaha sukses masuk birokrasi membuat Achmad Afzan Arslan Djunaid membutuhkan waktu beberapa bulan untuk penyesuaian. Tentunya dari pengusaha menjadi birokrat atau pejabat sangat berbeda. Baik dari struktur organisasi di perusahaan tentu tidak sama dibanding dalam Pemda. Pria yang akrab dipanggil Aaf, yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekalongan mengisahkan perjalanan hidupnya.

Kapan awal terjun dunia politik?

Saya terjun dunia politik langsung jadi Wakil Walikota Pekalongan. Ini amanah luar biasa. Mengingat situasi dan kondisi pada waktu itu. Bapak Wali Kota meninggal dunia tahun 2017. Itu kakak saya. Lalu, Wakil Wali Kota naik jadi Wali Kota sehingga wakil kosong. Di situ saya berproses, atas kepercayaan partai, keluarga, sahabat, dan masyarakat akhirnya saya berproses menjadi Wakil Wali Kota.

Tujuan dan impian Aaf

Pasti tujuan saya, impian bagaimana mengatasi permasalahan-permasalahan di Kota Pekalongan. Di sektor pendidikan, SMA di Kota Pekalongan belum merata dengan sistem zonasi kemarin, di Kecamatan Pekalongan Barat ini masih susah untuk mencari sekolah. Bagaimana, kita harus berkomunikasi dengan provinsi, akademisi yang ada di Kota Pekalongan dan bagaimana mengatasi program itu.
Lalu ada masalah sampah, bagaimana cara mengatasi sampah yang tingginya 17 meter, kemudian banjir rob, dan limbah. Harapan saya adalah kalau selama ini lancar dan mendapatkan amanah dari masyarakat Kota Pekalongan, ada program yang bisa diselesaikan dalam satu periode dan ada juga program yang dilanjutkan periode berikutnya.
Tentu mengatasi masalah bertahap tak bisa langsung selesai. Termasuk penanganan rob dan banjir, sampah, dan sekarang pasar yang belum terbangun, lalu limbah dan itu menjadi PR.

Program untuk millenial Pekalongan

Iya anak muda harus difatilitasi dan didorong agar makin kreatif dan berprestasi. Kaum millenial, pemuda tentu suka olahraga dan seni budaya. Harus ada wadah dan fasilitas untuk mereka berekspresi salurkan bakat potensinya.
Di Kota Pekalongan masih minim hal itu. Bisa juga dengan pengembangan kreativitas mereka.
Kaum millenial tidak usah diarahkan dan sebagainya, mereka sudah jalan. Tinggal kita kontrol dan fasilitasi apa kebutuhan mereka.

The Best Experience Ever

Kaum millenial, pemuda tentu suka olahraga dan seni budaya. Harus ada wadah dan fasilitas untuk mereka berekspresi salurkan bakat potensinya
Afzan Arslan Djunaid
Wali Kota Pekalongan

Savour Your Next Holiday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*