Dobel Hati-hati Berkendara, Jangan Celaka Ajak-ajak Orang Lain

KECELAKAAN memang bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja? Baik itu di jalan, tempat kerja atau bahkan di rumah. Kata orang sih itu sudah qodarnya?

Saat ini kecelakaan lalu lintas sering terjadi karena kelalaian sang pengendara? Yang lebih cilaka itu, bila pengemudi lalai menyeret pengendara yang sudah taat aturan jadi terkena imbasnya.

Nnenek saya dulu berpesan agar dobel hati-hati dalam berkendara karena hati-hati saja tidak cukup untuk terhindar dari mala petaka,” kata Mbah Man di warung saat menonton berita kecelakaan mobil travel di Tol Cipali kemarin.

Seperti diberitakan media, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil travel Isuzu Elf dengan Toyota Rush di Kilometer 184 ruas Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (10/8) sekitar pukul 03.30 WIB mengakibatkan 8 orang tewas dan 14 penumpang luka-luka.

“Apa maksudnya, dobel hati-hati Mbah?” tanya Fulan bingung menerjemahkan kata-kata Mbah Man di atas. Dengan tersenyum, pria paruh baya ini mengatakan kalau kita saja yang hati-hati tapi bila orang lain tidak hati-hati kita juga pasti kena celaka.

“Makanya kita supaya hati-hati dalam berkendara, tapi juga ditambah hati-hati terhadap pengendara lain yang tidak hati-hati, jadi dobel hati-hatinya,” ujar Mbah Man.

Meski sedikit bingung menerjemahkan kata-kata tersebut, Fulan tahu makna yang tersirat dalam perkataan tersebut. Yang pasti segala peristiwa itu bisa diambil hikmahnya.

Dalam kasus tersebut Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Mabes Polri Brigjen Kushariyanto mengatakan dugaan sementara kecelakaan itu terjadi akibat sopir Elf tersebut mengantuk.

Sopir diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan hingga membanting setir dan mobil menyeberang ke jalur berlawanan.

Kushariyanto menambahkan sepanjang Januari hingga Agustus 2020, terdapat 11 kali kecelakaan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) itu memiliki model yang sama, yaitu kendaraan berpindah jalur ke arah yang berlawanan.

Kita tahu sepanjang jalur Cipali ini, pemisah antara jalur A dan B ini hanya sebatas cekungan saja. Akibatnya, kecelakaan dengan model berpindah jalur bisa dimungkinkan terjadi dan bisa menimbulkan korban yang jumlahnya tidak sedikit.

Maka pihaknya berharap kepada operator jalan Tol Cipali agar bisa secepat mungkin membuat pemisah dengan batasan seperti di Tol Cikampek.

Kalau di tengah-tengah ada pemisah minimal bisa menghambat. Karena di Tol Cipali saat ini bukan hanya minim pemisah, namun memang tidak ada pembatas sama sekali antara jalur A dan B.

Semoga kasus ini bisa menjadi perhatian semua pihak, baik operator jalan tol dan pengguna jalan tol untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan ketentuan yang bisa jadi penyebab kecelakaan.

Diantaranya anjuran bila mengantuk supaya berhenti dan beristirahat. Meski sudah banyak peringatan “Jangan Mengantuk Saat Berkendara” dengan versi bahasa yang menggelitik di sepanjang jalan tol tapi tetap saja dilanggar dengan berbagai alasan. Mulai dari kejar waktu atau kejar setoran dan sebagainya.

Segala jenis kecelakaan lalulintas selalu didahului pelanggaran, minimal salah satu pengendara pasti melanggar, entah kecepatannya, perawatan kendaraannya dan jenis pelanggaran lainnya.

Ingat! Pesan Mbah Man, berkendara harus dobel hati-hati, selalu memeriksa kendaraannya secara rutin dan tidak melanggar aturan lalulintas. Dan yang tak kalah penting adalah selalu BERDOA sebelum berkendaraa. Insya Alloh Anda akan selamat, lancar, aman dan barokah! Semoga!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*