Sepenggal Kisah Catur Wisanggeni

Aku lahir di desa Nglandung kecamatan Geger Kabupaten Madiun, dekat dengan pabrik gula Pagotan. Bagi yang lahir di sekitar pabrik giula, pastilah momen yang paling ditunggu adalah saat buka giling pabrik gula.

Karena di momen itu banyak selalu digelar anek hiburan dan penjual segala jenis makanan dan yang paling saya buru adalah penjual mainan.

Karena lokasi desaku dari pabrik masih agak jauh maka kami harus naik sepeda atau bahkan jalan kaki melalui pematang sawah dengan menyusuri aliran sungai pabrik.

Biasanya kami berangkat rombongan dari berlima hingga puluhan anak-anak sambil bercanda ria

Saat berangkat kami semangat empat lima dan saat pulang kami sudah letoy, maka tak jarang kami pulang dengan kelompok-kelompok kecil, karena ada punya mental sedikit berani dengan menumpang kendaraan ke desa kami atau nggandol delman yang suka bikin marah pak kusir.

Tak jarang kami kena pecut atau terjatuh.

Semakin bertambahnya usia, biasanya dilanjutkan naik sepeda atau yang bapaknya sedikit berada naik motor walau kucing-kucingan dengan bapaknya.

Selama nonton buka giling, macem tabiat anak-anak sepermain kami, mulai mengintip pemain sirkus atau dangdut orang dewasa hingga ikut anak-anak badung ke lokalisasi di sebelah selatan pabrik gula.

Entahlah, saya tidak pernah tahu apa yang dilakukan karena hanya gelap yang terlihat dan saya sangat takut dengan preman yang menjaga kawasan itu.

Hal yang paling aku tunggu adalah dibelikan berondong atau saat ini popcorn yang dibentuk macem-macem ukuran. Dan saya paling suka berondong yang dikemas mirip sepeda motor.

Saya tidak pernah menonton tari gambyong karena banyak saya melihat orang mabuk dan harus pulang diantar becak dan menurutku saat itu sangat menjijikkan karena bau alkohol yang menyengat.

Momen yang paling horor adalah menonton layar tancap dan yang paling menakutkan adalah adegan pocong dan film Suzanna… Hingga kalau kami pulang harus naik sepeda kencang dan tidak bisa tidur semalaman.

 

Hal yang paling aku tunggu adalah dibelikan berondong atau saat ini popcorn yang dibentuk macem-macem ukuran

Momen yang paling horor adalah menonton layar tancap dan yang paling menakutkan adalah adegan pocong dan film Suzanna… Hingga kalau kami pulang harus naik sepeda kencang dan tidak bisa tidur semalaman

One comment

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*